Berita Pekon

Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan Acara Bersih Pekon Sukoharjo IV, Warga Padati Lapangan Hingga Larut Malam

Pekon Sukoharjo IV, 31 Mei 2026 – Dalam rangka memperingati tradisi Bersih Desa/Pekon, Pemerintah Pekon Sukoharjo IV, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, menggelar Pagelaran Wayang Kulit di Lapangan Pekon Sukoharjo IV pada Minggu (31/5/2026). Kegiatan budaya tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan yang sangat antusias dari masyarakat.

Pagelaran wayang kulit menghadirkan dalang Ki Muryanto Cermo Saputro dari Sridadi, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, yang membawakan lakon "Wahyu Kayu Manik Imandoyo Tlutoh Kumolo Sari". Sejak sore hingga malam hari, masyarakat dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi acara untuk menyaksikan pertunjukan seni tradisional yang sarat akan nilai budaya dan filosofi kehidupan.

Acara diawali dengan prosesi pembukaan dan penyerahan wayang kepada dalang sebagai bentuk penghormatan serta apresiasi atas partisipasinya dalam memeriahkan kegiatan Bersih Pekon. Turut hadir dalam kegiatan tersebut aparatur Pemerintah Pekon, unsur TNI dan Polri setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta tamu undangan lainnya yang bersama-sama mendukung terselenggaranya acara dengan aman dan tertib.

Suasana pagelaran berlangsung semarak namun tetap kondusif. Alunan gamelan yang mengiringi jalannya pertunjukan berpadu dengan penampilan wayang yang memukau, membuat masyarakat larut menikmati jalannya cerita hingga larut malam. Antusiasme warga terlihat dari penuhnya area pertunjukan dan semangat mereka mengikuti setiap adegan yang disampaikan oleh sang dalang.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Pekon Sukoharjo IV dalam melestarikan seni budaya warisan leluhur sekaligus mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga. Melalui pagelaran wayang kulit, diharapkan nilai-nilai budaya, gotong royong, dan kearifan lokal dapat terus diwariskan kepada generasi muda.

Dengan terselenggaranya pagelaran wayang kulit dalam rangka Bersih Pekon Tahun 2026, diharapkan semangat persatuan, kerukunan, serta kecintaan terhadap budaya daerah semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun dapat terus lestari di masa mendatang. (Sudar-OSV).

Beri Komentar

CAPTCHA Image